Terkini di kelasnya? Review Asus Zenfone Live L1

Performa

Perfoma yang diberikan tidak mengecewakan dan sedikit melebihi ekspektasi. Penggunaan normal seperti scrolling, buka aplikasi, tap button, swipe untuk buka hamburger menu tidak ada kendala sama sekali. Berpindah antar aplikasi pun cukup lancar, paling tidak untuk 2-3 aplikasi.

Jika mencoba membuka aplikasi yang sudah lama tertutup, membutuhkan beberapa detik tergantung dari jenis aplikasi untuk reload konten. Dukungan sensor dan native VoLTE juga menjadi nilai lebih pada ponsel ini. Begitu dimasukan kartu smartfren, VoLTE langsung aktif tanpa perlu atur sana sini.

Karena kelasnya yang satu jutaan membuat saya cukup pesimis, apakah bisa menjalankan game terkini dengan lancar? Saya coba dua game paling mainstream saat ini Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile.

Kedua game berjalan di kualitas terendah namun memberikan frame rate yang stabil dan sangat playable. Saat dicoba dinaikan ke tingkat grafis medium maka muncul frame drop sedikit demi sedikit.

Namun, walaupun game dapat dimainkan dengan lancar saya pribadi tidak menyarankan zenfone live l1 untuk bermain game. Masalah terbesar ada pada kapasitas penyimpanan yang cukup sesak.

Dari total 16GB yang disediakan, pengguna hanya disisakan 7.5GB untuk aplikasi, data, dan media. Dengan sosial media aktif yang selalu siap sedia meme dan group whatsapp yang ramai. Adanya game di smartphone ini bisa jadi prioritas terakhir. Karena bisa jadi hanya tersisa 3GB yang tersisa.

Adanya slot microSD memang cukup membantu, sayangnya tidak ada opsi adoptable storage yang menjadikan storage eksternal dibaca sebagai internal ataupun opsi untuk memindahkan aplikasi ke memory card. Micro SD card hanya digunakan sebatas penyimpanan multimedia saja.

Kamera

Cukup membingungkan ketika tidak ada satu materi promo Zenfone Live L1 yang membahas kameranya baik kamera belakang atau depan. Karena menurut saya pribadi, kamera di smartphone ini yang sebenarnya bisa menjadi daya tarik.

Foto yang dihasilkan sangat baik pada kondisi cukup cahaya. Warna dan ketajaman ditangkap dengan baik. Shutter lag pun jarang terjadi pada kondisi ini. Aktifkan mode HDR dan tingkat saturasi menjadi naik, warna semakin pop, tanpa mengganggu detail pada bagian gelap.

Uniknya, terdapat mode portrait untuk efek bokeh dan hasilnya cukup rapih mengingat ini hanya menggunakan satu lensa dan image signal processing seadanya di snapdragon 425.

Baru saat sumber cahaya redup, karakteristik hp sejutaan muncul. Grain dan noise di beberapa tempat dan ketajaman yang berkurang. Mode portrait masih bisa dilakukan namun tidak akan maksimal.

Hal ini juga berlaku untuk kamera depannya. Pada kondisi cahaya melimpah, hasil akan maksimal termasuk saat menggunakan mode portrait.

Namun, saat kondisi minim cahaya, ketajaman menurun drastis dan warna yang dihasilkan menjadi pucat. Ada juga fitur beauty namun hasilnya menurut saya kurang nyata malah seperti aplikasi kamera pihak ketiga.

Kualitas perekaman menurut saya biasa-biasa saja, tidak adanya elektronik stabilizer membuat perekaman mudah terguncang. Suara yang dihasilkan juga biasa saja. Yang oke mungkin untuk kamera depan sudah bisa merekam dengan resolusi FullHD di 30fps.

Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, pada website asus di bagian spesifikasi teknis zenfone live l1. Tertulis kalau ada mode pro dengan kapabilitas 32s exposure. Kurang tahu apakah ini salah nulis atau akan hadir melalui software updates. Yang jelas adanya mode pro, proses menangkap momen akan semakin fleksibel.

Contoh kamera bisa kalian klik di sini

Generic Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *