Terkini di kelasnya? Review Asus Zenfone Live L1

Terkini di kelasnya? Review Asus Zenfone Live L1

Langkah Asus untuk meramaikan pasar Smartphone di Indonesia tahun ini memang tidak main-main. Kerja sama dengan beberapa pasar online membuat brand yang sudah punya nama di industri pc ini lebih berani untuk memasang harga. Seperti Zenfone Live L1 ini, HP sejutaan dari Asus. Berikut ini spesifikasi teknisnya

Setelah pemakaian selama 2 minggu, saya sendiri cukup terkejut mengingat harga yang ditawarkan oleh smartphone ini. Apa memang pasar smartphone kelas satu jutaan sudah bisa mengakomodir kebanyakan pengguna atau memang Zenfone Live L1 ini salah satu yang ternyaman di golongannya? Saya bilang ternyaman karena dengan rasio kekinian 18:9 membuat smartphone ini enak untuk digenggam dan memiliki kapabilitas untuk digunakan satu tangan.

Build Quality

Bagian depan tampak polos dengan earpiece, kamera depan 5MP, beberapa sensor dan LED Flash. Di bagian belakang yang terbuat dari plastik dengan metal look terdapat logo Asus, Kamera 13MP, dan LED Flash. Sisi atas jack 3.5mm, Kanan power dan volume button, Kiri Sim Tray dengan konfigurasi 2 nano sim + 1 microSD slot, dan bawah speaker, mic, serta port microUSB. Bagian layar sendiri bisa dibilang cukup nyaman dengan resolusi HD+ dan viewing angle yang cukup. Tidak ada info terkait lapisan kaca pada layar namun pemakaian saat ini belum terlihat goresan tipis sekalipun. Sayangnya kaca yang digunakan masih datar, belum ada sisi 2.5D yang memudahkan saat penggunaan swipe di ujung. Satu hal yang menjadi sorotan bahan, plastik yang terasa tidak kokoh dan di beberapa bagian terdengar bunyi *cetek-cetek* saat ditekan normal.

Performa

Perfoma yang diberikan tidak mengecewakan dan sedikit melebihi ekspektasi. Penggunaan normal seperti scrolling, buka aplikasi, tap button, swipe untuk buka hamburger menu tidak ada kendala sama sekali. Berpindah antar aplikasi pun cukup lancar, paling tidak untuk 2-3 aplikasi. Jika mencoba membuka aplikasi yang sudah lama tertutup, membutuhkan beberapa detik tergantung dari jenis aplikasi untuk reload konten. Dukungan sensor dan native VoLTE juga menjadi nilai lebih pada ponsel ini. Begitu dimasukan kartu smartfren, VoLTE langsung aktif tanpa perlu atur sana sini.

Karena kelasnya yang satu jutaan membuat saya cukup pesimis, apakah bisa menjalankan game terkini dengan lancar? Saya coba dua game paling mainstream saat ini Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile. Kedua game berjalan di kualitas terendah namun memberikan frame rate yang stabil dan sangat playable. Saat dicoba dinaikan ke tingkat grafis medium maka muncul frame drop sedikit demi sedikit.

Namun, walaupun game dapat dimainkan dengan lancar saya pribadi tidak menyarankan zenfone live l1 untuk bermain game. Masalah terbesar ada pada kapasitas penyimpanan yang cukup sesak. Dari total 16GB yang disediakan, pengguna hanya disisakan 7.5GB untuk aplikasi, data, dan media. Dengan sosial media aktif yang selalu siap sedia meme dan group whatsapp yang ramai. Adanya game di smartphone ini bisa jadi prioritas terakhir. Karena bisa jadi hanya tersisa 3GB yang tersisa. Adanya slot microSD memang cukup membantu, sayangnya tidak ada opsi adoptable storage yang menjadikan storage eksternal dibaca sebagai internal ataupun opsi untuk memindahkan aplikasi ke memory card. Micro SD card hanya digunakan sebatas penyimpanan multimedia saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *