Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya

Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya. Jadi siapa disini yang beli hp liat score benchmarknya dulu? Udah ngaku aja, elah susah amat. Gue dulu sempet jadi manusia yang seperti itu. Jaman kapan ya? 2012 mungkin, gue lupa. Gue waktu itu pake LG Optimus One P500 buat yang kepo itu hp jaman kapan? Jadi gini, 2018 itu Android udah versi O Oreo. Nah si P500 pas gue make itu mentok di Gingerbread. Nah, itung mundur aja tuh dari O ke G. “O, N, M, L, J, I, H, G” nah ahahaha. Pas make si optimus one itu, gue sering perang score benchmark lah bareng-bareng anak komunitas android bandung. Di tweak pake custom rom, clock si processornya dinaikin, dicoba di suhu ruangan lebih rendah, macem-macem lah cara biar score benchmarknya tinggi. Buat apa? Cuma buat dikata WOW. Apakah itu ngefek ke user experience? Nggak! Malah jadi ga enak dipake buat harian. Apakah pihak LG merasa diuntungkan? Ya jelas nggak. Skena tweak di hp itu nggak semenguntungkan di komputer. Jadi ya cuma dapet respect aja waktu itu.

Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya - Benchmark Apps
Aplikasi umum para pemuja angka

Jadi score benchmark itu berpengaruh ngga sih ke penggunaan sehari-hari? Nah kita bahas disini sekarang. Standar benchmarking hp yang gue tau umumnya ya Antutu sama DxOmark. Ada juga PCMark, Geekbench, dan lain-lain. Cuma ya rata-rata orang lebih familiar sama si antutu ini. Gue ngga tau kenapa, tapi kayanya gara-gara total score yang mencapai ratusan ribu bikin si antutu ini kaya WOOOOWWWWW keren banget. Oke, kita bahas antutu dulu. Antutu itu ada 4 kategori penilaian. CPU, UX, GPU atau 3D, dan Memory. CPU biasanya ngetest melalui kalkulasi floating point dan multi core performance, GPU menguji kemampuan render 3D dari smartphone, terus ke memory yaitu ngecek speed read/write RAM dan Storage dan yang keempat adalah UX. Nah UX ini cukup tricky sebenernya dan sepengalaman gue coba test smartphone melalui benchmarking nilai UX ini yang cukup jadi pembeda antara smartphone 1 dengan smartphone lainnya. Smartphone dengan chipset yang sama tapi beda vendor, nilai benchmarknya bisa cukup berbeda dan yang menjadi pembeda itu si poin UX ini. Apa aja yang ditest di kategori UX? Dari yang gue liat sih ada Data Security, Data Processing, Image Processing, dan User Experience. Diantara keempat tadi, yang pengujiannya diperlihatkan hanya saat sesi User Experience. Dikasih liat tuh pengujiannya gimana, dari uji scroliing, baca qr code, sampai screenshot dan simulasi sosial media.

Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya - Antutu Benchmark UX
Kategori UX yang ajaib

Nah ini sebenernya cukup membingungkan ya di bagian UX. Setau gue, chipset di smartphone atau System on Chip itu sudah include processor, gpu, dan memory didalamnya. Pengujian di UX pasti menyinggung ketiga poin tersebut yang memang sudah diuji sebelumnya secara sintetik plus optimalisasi OS. Nah gue penasaran nih, kalau aja punya duit berlimpah gue beli tuh Zenfone 3, Moto G5s Plus, Redmi Note 4, Redmi 5 Plus sama Mi A1. Kayanya cuma beda di poin UX aja deh. Nah kalau misal perbedaan hanya di UX berarti kira-kira faktor apa yang jadi penentu? Apakah optimalisasi UI-nya?

Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya - Antutu Benchmark
Jadi penilaiannya ada di kategori CPU, GPU, UX, dan Memory

Kalau kata gue sih ya, buat yang suka liat score antutu mending fokus ke CPU, GPU, dan RAM aja sih. Karena pengujian sintetik faktor X-nya ngga aneh-aneh. Jangan cuma liat dari total score aja. Selain itu juga kalau kalian cuma membandingkan melalui score, apakah device dengan score 200.000 dengan device lain yang scorenya 70.000 memberikan perbedaan yang signifikan sebesar 130.000? Perbedaan 130.000 itu artinya apa? Apakah ada game yang perlu minimal antutu score sekian ribu untuk bisa dikatakan playable? Karena tidak terdefinisi secara jelas antara perbedaan perpoin jadi cukup sulit untuk membandingkan device melalui perbedaan total score antutu saja.

Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya - DxOMark

Ini juga berlaku saat ngebaca hasil benchmark kamera yang biasa dilakukan sama si DxOMark. Si DxOMark ini kan suka ngasih liat peringkat dan score masing-masing device tuh sekarang yang pertama masih si Google Pixel 2 dengan score 98. Apakah ini berarti performa kamera si Google Pixel 2 ini oke banget sehingga hp lain bisa dianggap sampah? Belum tentu.

Kita ambil contoh yang not apple to not apple deh. Pixel 2 vs Nokia 8. Pixel 2 scorenya 98 dan Nokia 8 ini scorenya 68. Dengan adanya perbedaan 30 poin ini apakah bisa kita simpulkan Nokia 8 hasil kameranya lebih busuk dibandingkan Google Pixel 2? Nilai itu didapatkan dari mana sih? Oke jadi setelah gue cek, ada 2 kategori dan beberapa sub kategori yang menentukan nilai si DxOMark ini. Kategorinya yaitu photo dan video, didalam photo dan video ada sub kategori Exposure & Contrast, Color, Autofocus, Texture, Noise, Artifacts. Tambahan untuk photo ada Flash, Zoom, dan Bokeh sedangkan untuk video ada Stabilization. Sayangnya gue ngga tau komponen penilaiannya seperti apa dari perbandingan foto hingga menghasilkan angka “jeder” sekian gitu. Daripada liat angka, mending liat penjelasannya. Terlalu panjang? Cek bagian pros & consnya. Disitu dikasih tau kok kelebihan dan kekurangannya sehingga terdefinisi tuh apakah kamera nokia 8 lebih busuk atau ngga dibandingkan Google Pixel 2.

Benchmark Smartphone dan Cara Membacanya - VGA Card Benchmark
Kalau VGA Card keliatan jelas scalingnya

Kalau dari gue sih gini, benchmark sebagai pembanding itu ga salah. Memang itu salah satu patokan. Tapi, definisi si angka ini yang harus juga dicermati. Apakah perbedaan score sekian ratus ribu itu memang sebanding dengan experience yang didapat. Benchmark VGA card menurut gue lebih mudah dipahami karena satuannya frame per second. Semakin canggih vga card, fps semakin besar membuat itu scalable. Tapi misal ada 2 hp, a harganya 6jt dan b harganya 10jt. Setelah diuji pake antutu scorenya sama-sama 200ribuan. Apakah ini berarti si B itu sampah karena lebih mahal? Mungkin iya mungkin ngga, mahalnya si B ini bisa jadi karena service center sudah banyak, dikasih gimmick tambahan, ada fitur-fitur ekslusif yang tidak dimiliki hp lain. Apakah itu semua masuk ke experience penggunaan? Ya masuk lah, justru itu nilai jualnya. Jadi apakah benchmark antutu itu scalable? Menurut gue iya tapi cuma sebatas di pengujian System on Chip aja. Plot Twist, setelah dicek ternyata hp a dan b processornya sama.

Oke kayanya cukup disitu aja ya sumpah serapahnya. Maaf kalau ada yang tersinggung, soalnya gedeg juga ngeliat cuma dari total scorenya aja ahaha. Jika kalian gak suka, punya penjelasan lain, atau menganggap apa yang gue ucap ini salah. Lemparin aja kritik, saran, pertanyaan, cacian, dan makian ke kotaksurat@arvipra.my.id atau dm di instagram, facebook pages, twitter, dan line, atau dicomment soundcloud juga boleh. Terima kasih sudah membaca, semoga aktivitas kalian menyenangkan dan kalau sempet dengerin podcastnya di Soundcloud atau Apple Podcasts!

Generic Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *