Suka Tidak Suka – One Plus Two

Suka Tidak Suka – One Plus Two

Setelah sukses dengan “Flagship Killer” OnePlus 1, Mereka kembali hadir dengan “Flagship Killer” yang baru bernamakan OnePlus 2 (Jadi namanya 3(Tiga) Karena 1 + 2 = 3)

Ada 7 fitur yang gue suka dan 5 fitur yang gue tidak suka. Sesuai namanya Suka Tidak Suka.

*Kenapa bukan segmen AsalUlasan, karena gue ngga punya barangnya dan ini berdasarkan apakah gue tertarik dengan barang ini atau tidak berdasarkan fitur yang dirilis resmi di website https://oneplus.net/id/2*

Suka

  1. Gue suka desainnya. Memiliki desain yang simpel dan elegan. Disertai dengan pilihan Back Cover dengan berbagai jenis. Ada desain bambu dll.
  2. Selain eksterior, interior OnePlus 2 sangat mumpuni dengan Processor Snapdragon 801 dan Memori LPDDR3 4GB. Mengingat Ponsel dengan RAM 4GB sudah marak dimulai dari Asus Zenfone 2
  3. Oxygen OS. OnePlus 2 tidak lagi menggandeng CyanogenMod OS, melainkan mereka develop OS mereka sendiri. OS ini sangat mirip dengan custom (bukan kostum) ROM yang biasa jadi bahan oprekan. Tidak berbeda dengan Stock OS Lollipop namun ditambahkan fitur-fitur seperti mengubah fungsi capacitive button, Setting Tiles di notification tray. Sayangnya belum support RRO Layer namun untuk tampilan terdapat stock skin dan dark skin, dengan warna accent yang bisa dirubah.
  4. Memiliki Konfigurasi Dual Sim Card. Memudahkan bagi kita (orang Indonesia) yang suka gonta-ganti atau punya dua sim card sekaligus untuk mengejar promo.
  5. Layar yang (masih) Full HD. Kenapa? Padahal kan Galaxy S6 dan LG G4 udah Quad HD. Karena, menurut gue untuk ukuran smartphone yang memiliki layar 4″ – 5,5″ Resolusi sebesar itu ga terlalu ngaruh juga. Resolusi Full HD menurut gue pendekatan yang sangat baik, sehingga hargapun tidak melompat jauh.
  6. Memiliki tombol pengaturan notifikasi yang disesuaikan dengan Android Lollipop. Sehingga untuk mengubah profile smartphone dapat dengan mudah dioperasikan tanpa harus melihat layar.
  7. Harga yang sangat bersaing. Untuk tipe 64GB/ 4GB LPDDR3 bisa didapat dengan harga $389 dengan kurs Indonesia versi Google (1 USD =  13448 IDR) berarti merogoh kocek sekitar 5,3 juta atau amannya 6 juta. Untuk tipe 16GB / 3GB LPDDR3 memiliki harga yang lebih murah yaitu $329 dengan konversi ke kurs rupiah sebesar 4,5 juta. Sesuai slogannya memang “Flagship Killer

Tidak Suka

  1. Desain Fingerprint Sensor yang menurut gue mirip Home Button Samsung. Karena gue lebih suka smartphone dengan on-screen button, sehingga form factor smartphone menjadi lebih bersih. Dan kayanya kalo dipasang di belakang bisa lebih nyaman, iya ga sih?
  2. Penggunaan USB type-C yang menurut gue belum perlu-perlu amat. Karena walau sudah menggunakan USB type-C, kecepatan charging masih kalah dibanding Galaxy S6 atau smartphone quallcomm yang memiliki fitur QuickCharge 2.0
  3. Tidak memiliki NFC Receiver. Sebagian orang mungkin merasa fitur ini gak penting-penting amat, karena gue pun make cuma buat ngecek Saldo di kartu e-Money dan pairing headphone bluetooth. Sedikit disayangkan, karena NFC sendiri adalah fitur yang akan digunakan di Android M untuk Android Pay.
  4. Tidak memiliki fitur Qi Wireless Charging. Hal ini bisa menjadi masalah jika kita menggunakan wireless charging. Mungkin dilain kesempatan kita bisa membahas mengenai Wireless Charging lebih dalam
  5. Sistem pembelian menggunakan invite. Sebenernya ini ya cara pemasaran mereka. Walau terdapat isu Dirjen Postel sedang memproses sertifikasi OnePlus 2. Semoga prosesnya cepet selesai, sehingga penjualan di Indonesia bisa disegerakan, melihat keterlambatan penjualan OnePlus 1 yang lalu. Karena OnePlus sudah bekerja sama dengan Lazada sebagai reseller, semoga tidak ada kasus beli OnePlus 2 malah dapet shampoo.

Apakah OnePlus 2 menjadi kandidat Smartphone BestBuy 2015 ? Menurut gue sih sangat mungkin jika dilihat dari harga dan on-paper spec. Untuk penggila smartphone high-end bisa menjadi alternatif.

Generic Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *