Saatnya AI Menjalankan Tugasnya (Google I/O 2018)

Saatnya AI menjalankan tugasnya (Google I/O 2018)

Google mengadakan event tahunan mereka Google I/O 2018. Acara ini diawali oleh keynote yang dibuka oleh CEO Google Sundar Pichai yang menjelaskan pengembangan Google AI saat ini dan integrasinya ke produk google yang lain seperti smart response di gmail yang tidak hanya memberikan pilihan text tapi melengkapi email yang kita tulis disesuaikan dengan personaliti masing-masing. Selanjutnya ada suggested action di Google Photos. Fitur ini memberikan saran seperti mengarsip foto dokumen, memberikan warna ke foto hitam-putih, dan lain-lain. Fitur ini sendiri sudah ada dan gue sendiri udah make dikit. Terakhir adalah integrasi ke Google Assistant sehingga suaranya lebih natural dengan berbagai pilihan suara.

Saatnya AI Menjalankan Tugasnya - Google AssistantGoogle Assistant

Banyak kemajuan yang diperlihatkan untuk google assistant, mulai dari dukungan 30 bahasa dan 80 negara, command yang dibuat seperti percakapan pada umumnya tanpa harus dikit-dikit ngomong “Hey Google!”, kemampuan multiple actions sehingga dalam satu kalimat bisa mengidentifikasi dua perintah sekaligus, terakhir ada pengaturan “pretty please” yang mengajak anak-anak menggunakan google assistant dengan sopan dengan mengucapkan “please” sebelum perintah. Dengan google assistant juga menambah banyak device yang terintegrasi, salah satunya adalah smart display. Smart display ini mulai bisa didapatkan Juli 2018 tentunya di negara-negara terpilih saja. Google Assistant di Android juga mengalami permak desain agar lebih memudahkan dan intuitif terutama saat mengatur home device seperti termostat. Maps juga sudah terintegrasi dengan Google Assistant. Yang keren sekaligus serem adalah saat Sundar Pichai mempresentasikan bagaimana Voice Assistant ini menelpon dan membuat appointment seperti booking restoran.

Saatnya AI Menjalankan Tugasnya - Digital WellbeingDigital Wellbeing

Selanjutnya google memberikan pengarahan untuk tidak terlalu lama aktif di dunia digital. Mengganti ungkapan FOMO atau “fear of missing out” menjadi JOMO “Joy of Missing Out”. Untuk itu google memberikan beberapa pengalaman baru seperti Android Dashboard yang merupakan bagian dari Android P. Fitur ini memberikan summary penggunaan user Android, memberikan data kita menggunakan aplikasi tertentu berapa lama. Untuk youtube sendiri, ada notification digest. Notifikasi dari youtube tidak lagi real time dan muncul saat kita memang dalam waktu senggang untuk menonton youtube. Jadi untuk kalian para “Pertamax Hunter” mungkin perlu effort lebih keras lagi. Untuk yang sudah berkeluarga ada fitur Family Link. Peran family link adalah memberikan otoritas ke orang tua terhadap penggunaan gadget si anak. Anak membuka aplikasi apa saja, kapan harus berhenti, dan report bulanan penggunaan device si anak. Cukup mendekati Black Mirror ya hahaha.

Saatnya AI Menjalankan Tugasnya - Google NewsGoogle News

Google merombak aplikasi news mereka menjadi lebih personal dan akurat. Diberikan tab for you untuk membaca berita-berita dengan preferensi pribadi. Ditambah beberapa konten newscast dengan UI/UX yang kekinian. Selanjutnya adalah full coverage, dimana kita bisa mengeksplor suatu peristiwa dari berbagai sumber berita dengan satu klik. Terakhir adalah subscribe by google untuk berlangganan portal berita andalan dengan mudah dan akses diberbagai platform.

Saatnya AI Menjalankan Tugasnya - Android PAndroid P

Android mengalami perubahan yang cukup signifikan di seri P ini. Dibagi menjadi 3 kategori besar yaitu Inteligence, Simplicity, dan Digital Wellbeing.

Di kategori pertama, diberikan 4 fitur canggih yang ditenagai oleh machine learning. Adaptive Battery yang membaca kebiasaan user dan memberikan daya tahan baterai sesuai dari penggunaan. Adaptive Brightness yang menyesuaikan kecerahan layar dengan tidak hanya membaca dari sensor tapi kebiasaan dari user juga. Lalu shortcut yang tidak hanya terpaku pada aplikasi tapi pada action dari aplikasi yang terintegrasi dengan launcher, smart text select, google search, dan google assistant dilanjutkan dengan Slice yang memberikan potongan ui aplikasi untuk ditampilkan di google search dan google assistant.

Lanjut ke simplicity ini ditunjukan cara baru mengoperasikan android dengan gesture. Tampilan nav bar menjadi lebih simpel dengan satu tombol home. Untuk membuka recent apps cukup swipe up, membuka app drawer cukup long swipe up, dan berpindah aplikasi tinggal geser kanan kiri si home buttonnya. Pengaturan volume juga dibuat lebih mudah. Tombol volume sekarang hanya mengubah media volume saja. Untuk ring dan notifikasi disediakan shortcut untuk silent dan vibrate. Terakhir ada manual rotate screen. Setiap orientasi layar berganti dari vertikal ke horizontal, akan ada tombol untuk mengubah tampilan aplikasi disesuaikan dengan posisi smartphone.

Terakhir adalah Digital Wellbeing. Diberikan Android Dashboard untuk menampilkan kesimpulan penggunaan kita. Lalu disediakan fitur App Timer untuk membatasi penggunaan aplikasi agar tidak berlebihan tiap harinya. Shush sendiri menarik yaitu dengan flip down si android maka do not disturb aktif dan tidak mengganggu momen makan bersama keluarga. Ada juga fitur wind down yang jika diaktifkan, maka layar akan berubah jadi hitam putih sehingga kita berhenti menggunakan smartphone.

Saatnya AI Menjalankan Tugasnya - MapsMaps

Maps diberikan UI yang lebih kekinian dan fitur lain seperti tab For You yang merupakan list beberapa tempat yang sering kita kunjungi. Selanjutnya ada your match yang mengidentifikasi tempat-tempat kesukaan kita dan memberi sugesti jika ada tempat yang pas dengan selera. Selanjutnya adalah shortlist dan voting. Fitur ini oke banget buat kalian yang lagi ngumpul terus pengen pindah tapi gatau mau shifting kemana. Nah si shortlist ini kita bikin beberapa pilihan yang sesuai dengan indikator “Your Match” kita share ke temen-temen dan disitu kita voting mau kemana. Yang paling keren adalah dengan dukungan AR, Google Maps, dan Street View kita ngga perlu kebingungan pas mencari jalan. Semua berjalan seamless dengan fitur Vertical Positioning System yang mengidentifikasi landmark atau point of interest ke Google Maps.

Saatnya AI Menjalankan Tugasnya - Google LensGoogle Lens

Tidak banyak berubah dari Google Lens. Di sini kita dikasih lihat bagaimana kita bisa memilih text yang sudah di scan dengan google lens dan dilanjutkan entah itu copy paste, search, atau menggunakan smart text selection. Berikutnya ada Style Match yang mengidentifikasi objek dan mencari di google apakah ada barang yang secara style serupa sehingga saat kita mencari perabotan rumah ngga berbeda seperti langit dan bumi. Proses identifikasinya juga berjalan secara Real Time.

Google I/O 2018 akan berlangsung sampai hari Jumat 11 Mei 2018 Waktu Indonesia Bagian Barat. Untuk livestreaming beberapa panel dan demo bisa cek Youtube Google Developers.

 

Generic Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *