Terkini di kelasnya? Review Asus Zenfone Live L1

Kamera

Cukup membingungkan ketika tidak ada satu materi promo Zenfone Live L1 yang membahas kameranya baik kamera belakang atau depan. Karena menurut saya pribadi, kamera di smartphone ini yang sebenarnya bisa menjadi daya tarik. Foto yang dihasilkan sangat baik pada kondisi cukup cahaya. Warna dan ketajaman ditangkap dengan baik. Shutter lag pun jarang terjadi pada kondisi ini. Aktifkan mode HDR dan tingkat saturasi menjadi naik, warna semakin pop, tanpa mengganggu detail pada bagian gelap. Uniknya, terdapat mode portrait untuk efek bokeh dan hasilnya cukup rapih mengingat ini hanya menggunakan satu lensa dan image signal processing seadanya di snapdragon 425. Baru saat sumber cahaya redup, karakteristik hp sejutaan muncul. Grain dan noise di beberapa tempat dan ketajaman yang berkurang. Mode portrait masih bisa dilakukan namun tidak akan maksimal.

Hal ini juga berlaku untuk kamera depannya. Pada kondisi cahaya melimpah, hasil akan maksimal termasuk saat menggunakan mode portrait. Namun, saat kondisi minim cahaya, ketajaman menurun drastis dan warna yang dihasilkan menjadi pucat. Ada juga fitur beauty namun hasilnya menurut saya kurang nyata malah seperti aplikasi kamera pihak ketiga.

Kualitas perekaman menurut saya biasa-biasa saja, tidak adanya elektronik stabilizer membuat perekaman mudah terguncang. Suara yang dihasilkan juga biasa saja. Yang oke mungkin untuk kamera depan sudah bisa merekam dengan resolusi FullHD di 30fps. Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, pada website asus di bagian spesifikasi teknis zenfone live l1. Tertulis kalau ada mode pro dengan kapabilitas 32s exposure. Kurang tahu apakah ini salah nulis atau akan hadir melalui software updates. Yang jelas adanya mode pro, proses menangkap momen akan semakin fleksibel.

Contoh kamera bisa kalian klik di sini

Baterai dan Pengisian Daya

Dengan baterai 3.000mAh mungkin banyak yang meragukan apakah smartphone ini bisa bertahan minimal untuk penggunaan harian. Terutama saat tahu chipset yang digunakan menggunakan teknologi 28nm. Untuk pemakaian saya sendiri, Zenfone Live L1 mampu diajak seharian menemani aktivitas seperti membuka web, scrolling medsos, dan sedikit mendengarkan lagu. Dengan pemakaian tersebut screen on time mencapai 3 jam dengan waktu standby 14 jam. Saya coba lebih keras lagi penggunaannya dengan mengaktifkan lokasi di high accuracy, bernavigasi menggunakan maps, bluetooth aktif untuk mendengarkan lagu via headphone. Dengan perlakuan yang intensif tersebut, screen on time yang dihasilkan sekitar 4 sampai 5 jam dengan standby time 8 jam. Menurut saya ini masih bisa dibilang cukup untuk penggunaan sehari-hari. Sayangnya smartphone ini hanya bisa menerima 5V/1A (5W) untuk pengisian dayanya. Dari 1% hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 196 menit. Punya charger dengan sertifikasi QuickCharge 3.0? Apakah akan mempercepat waktu pengisian? Dari data yang saya ambil, dengan menggunakan quickcharge 3.0 atau charger 5V/2A pun tetap daya yang masuk 5V/1A dengan waktu pengisian tidak berbeda jauh dengan charger bawaan.

UI & UX

Menggunakan ZenUI 5 dengan versi Android Oreo membuat pengalaman penggunaan menjadi lebih berkesan. UI yang dihadirkan tidak berat, simpel, dan fitur melimpah. Terdapat beberapa bloatware yang sudah diinstall seperti Babe, Facebook, Instagram. Babe sendiri bisa diuninstall sedangkan facebook dan instagram hanya bisa didisable. Launcher yang disediakan juga cukup bisa diandalkan dan menghadirkan gesture shortcut swipe kebawah untuk membuka notifikasi, sangat berguna di layar yang secara vertical lebih memanjang.

Fitur lain yang disediakan Asus adalah Game Genie, Zen Motion, Mobile Manager, Audio Wizard dan hanya 2 yang tidak terasa seperti Gimmick. Tidak adanya twin apps mungkin menjadi kendala bagi sebagian orang yang memiliki medsos ganda, mungkin Asus meniadakan fitur ini karena memori yang terbatas. Dengan Game Genie, notifikasi bisa dimatikan saat gameplay berlangsung, membersihkan memori untuk kelancaran gameplay, record dan streaming untuk pamer chicken dinner.

Dari Zen Motion kita diberikan opsi double tap to wake, double tap to sleep, swipe up to wake, flip to mute, dan raise to answer sangatlah memudahkan. Sayangnya gesture seperti gambar huruf W, e, C gitu sangat repot dan suka tidak sesuai harapan juga si outputnya. Mending dibikin simpel aja seperti bentuk O, garis lurus, atau siku.

Hanya mobile manager dan audio wizard aja yang saya rasa ngga ada pun ngga ngaruh apa-apa. Oke Mobile Manager bisa clear cache tapi ya cepat atau lambat cache akan dibangun lagi. Power manager juga seakan-akan tidak ada pengaruhnya sama sekali. Saya coba setting auto-start beberapa aplikasi setelah itu dicoba tanpa menggunakan fitur tersebut dan tak ada perubahan yang signifikan. Notifikasi tetap berjalan dan pemakaian baterai juga biasa-biasa aja.

Audio Wizard sendiri merupakan fitur dengan opsi tersulit dalam sejarah penggunaan smartphone dalam mengubah equalizer musik. Satu-satunya jalan mencapai pengaturan ini hanya melalui quick setting dan dalam keadaan default ada di halaman ke-2. Pengaturannya sendiri cukup membingungkan karena equalizer hanya mengatur rentang mid dari 250Hz sampai 8 kHz sedangkan untuk frekuensi low dan high disediakan slider bass dan treble dengan nilai maksimum 20. Satu lagi catatan terkait Audio Wizard ini, tuning suara di fitur ini hanya bekerja untuk koneksi headphone melalui jack 3.5mm. Fitur ini mati saat digunakan di Bluetooth Headset.

Face Unlock

Bagian paling mengecewakan dari handphone ini adalah fitur face unlocknya. Dijadikan sebagai bahan untuk promosi, sistem keamanan ini masih belum mumpuni untuk penggunaan sehari-hari bahkan dengan mudah tergantikan oleh smart unlock dari android itu sendiri. Di ruangan dengan sumber penerangan lampu pada umumnya, sering sekali zenfone live l1 gagal mendeteksi wajah dan pada percobaan kedua selalu memberi info bahwa cahaya tidak kondusif sehingga kamera gagal menangkap wajah. Berbeda saat digunakan di luar ruangan dengan cahaya matahari terik, layar langsung terbuka. Semoga saja ini hanya masalah software karena pada pengambilan gambar dengan kamera depan tidak ada masalah sama sekali. Padahal fitur show notification saat wajah terdeteksi itu sangat berguna untuk saya.

Untuk harga Rp1.299.000,00 saat flash sale dan harga normal di Rp1.399.000,00 saya sarankan jangan berharap lebih. Layar kekinian, performa yang oke di kelasnya, dan kamera yang bisa diandalkan sudah cukup untuk menebus harga tersebut. Sayang saja, fitur face unlock yang dijadikan nilai jual justru tidak bisa diandalkan sama sekali.

It’s Super Effective

  • Kamera
  • Layar kekinian
  • Harga yang bersaing
  • Sensor lengkap
  • VoLTE
  • Triple slot (2 nano sim + 1 microSD)

Biasa effective

  • Zen UI 5
  • Performa gaming
  • Kinerja multitasking
  • Daya tahan baterai
  • Build quality

It’s Not Very Effective

  • Face Unlock
  • Pengisian daya 5V/1A
  • Storage sempit dan tidak ada adoptable storage

Versi Videonya bisa kalian saksikan di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *