Lega, nyaman, dan hemat bersama Netflix

Lega, nyaman, dan hemat bersama Netflix

Sudah seminggu Netflix membuka akses untuk Indonesia. Ada yang menyambut dengan antusias, ada yang merasa tersaingi, ada yang gatau apa-apa mengenai Netflix yang dapat diakses di Indonesia. Gue sendiri termasuk yang antusias terhadap Netflix dengan register dan mencoba Netflix. Mungkin yang gue rasakan pertama kali adalah

LEGA! Karena bisa nonton film dan tv series tanpa dibayang-bayangi perasaan sang kreator terhadap pembajakan atas kontennya. Yang kedua adalah

NYAMAN!! Semua konten di Netflix sudah dikategorikan dengan genre masing-masing. Dilengkapi dengan thumbnail dan loading art yang pas. Tak perlu download banyak-banyak subtitle dengan perasaan takut gak pas sama episode tertentu. Intinya konsumen dimanjakan oleh fitur-fitur yang ada. Yang ketiga adalah

HEMAT!!! Dengan duit dari 110ribu bisa akses library Netflix (tentunya belum termasuk biaya langganan internet). Saran gue sih langsung ambil yang 170ribu tapi tentunya jangan dikonsumsi sendiri, patungan aja berempat, seorangnya bayar 42.500 per bulan. Dibandingkan beli dvd baj*akan (1 DVD 8.000, 1 Season 4 DVD, 1 Season 32ribu), mungkin download/norrent masuk pengecualian sih, tapi kalo size hardisk penuh yaa tetep aja harus beli hardisk eksternal lagi. Namun …

Ada beberapa perhatian khusus sebelum kalian langganan Netflix.

  1. Koneksi internet cepat dan unlimited

    Netflix menyarankan memliliki koneksi diatas 3mbps untuk streaming Standard Definition, 5mbps untuk HD, dan 15mbps untuk Ultra HD. Walaupun disebutkan minimal 0.5mbps namun ya konsekuensinya lu ga akan nyaman aja pas nonton. Entah buffering atau kualitas gambar yang kurang bisa dinikmati. Lalu kedua, unlimited. Sebenernya untuk kalian yang memiliki skill dalam manajemen kuota internet, sah-sah aja untuk menggunakan internet dengan kuota. Tapi, menurut gue ga akan nyaman aja. Selama menonton Netflix dihantui oleh “Kuota gue berapa lagi ya… Kira-kira berapa episode lagi ya… Ini kuota malam abis jam berapa ya…”

  2. Ini Streaming bukan Download

    Netflix adalah layanan streaming. Kita dapat mengakses Netflix selama ada terhubung dengan internet.

  3. Library Netflix itu diacak dalam waktu tertentu (biasanya sebulan sekali)

    Walau memiliki library yang banyak, tapi list film dan tv series yang tersedia biasanya musiman (kadang ada, kadang ga ada). Jadi untuk yang sudah berlangganan, disarankan untuk scanning library dan masukan film dan tv series yang kalian suka ke “My List”. Setidaknya setiap membuka Netflix kita dapat monitoring apakah list kita masih dapat diakses atau sudah tidak dapat diakses.

  4. Netflix sama bioskop itu BEDA

    Oke, Netflix sebagai layanan streaming film. Tapi film yang tersedia itu yaa film yang blu-raynya sudah release. Jadi yaaa jangan harap film-film baru sudah tersedia di Netflix.

 

Apakah Indonesia siap mengkomsumsi Netflix ? Menurut gue mah enggak ya. Orang-orang yang lelah dengan tayangan TV free to air masih minoritas di Indonesia. Di Indonesia juga masih mengandalkan jualan fisik. Tuntutan untuk memiliki internet cepat dan unlimited juga masih jadi konsumsi minoritas. Jadi yaa, kalo ada yang marah-marah karena takut pasarnya diambil sama penyedia jasa yang lebih baik sih aneh ya. Mungkin baru 3-4 tahun kedepan Indonesia udah kebiasa sama streaming content.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *